Ahmad Fadliansyah Oktavian, NIM. 19303018 (2022) ANALISIS PENGARUH PELEPASAN THERMOSTAT TERHADAP TEMPERATURE AIR PENDINGIN DENGAN MEDIA CAIRAN PENDINGIN AIR DAN RADIATOR COOLANT PADA MITSUBISHI CANTER HD125PS. Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (590kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version

Download (450kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (546kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (388kB)
[thumbnail of PENUTUP.pdf] Text
PENUTUP.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Setiap engine dilengkapi system pendingin yang berfungsi untuk menjaga temperature mesin saat bekerja agar tidak terjadi over heating atau terlalu panas dan tentunya menjaga kondisi mesin agar tetap baik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk meneliti pengaruh pelepasan thermostat terhadap temperature air pendingin dengan memakai cairan pendingin media air biasa/air galon dan coolant radiator pada Mitsubishi canter hd125ps.
System pendingin air sangat berperan penting pada saat engine running apalagi pada saat engine bekerja maksimal, disinilah pentingnya pendingin air pada engine. Di system pendingin ada yang namanya thermostat, komponen ini berada diantara engine dan selang radiator yang berfungsi menutup dan membuka saluran air ketika temperature engine berada pada 82oC – 92oC. thermostat akan terbuka di suhu 74.5oC hingga 78.5oC katup termostat otomatis akan terbuka kecil. Tujuan dari tugas akhir ini adalah yang pertama pada saat engine running mengetahui berapa temperature air pendingin pada engine ketika menggunakan thermostat dengan menggunakan cairan pendingin air biasa/air galon dan menggunakan cairan pendingin coolant radiator, yang kedua ketika tidak menggunakan thermostat berapa temperature pada air pendingin jika menggunakan air pendingin air biasa/air galon dan coolant radiator. Penelitian ini ketika engine running saja mesin idel mulai dihitung 5, 15, 25, 35, 45 menit sebanyak 4 kali percobaan penelitian.
Ada beberapa persiapan yang harus disiapkan seperti unit yang akan digunakan pada saat penelitian, thermometer, kunci-kunci, air pendingin coolant radiator dan air biasa/air galon, thermostat, dan bahan bakar bio solar. Ketika persiapan telah dilakukan kemudian dilakukan pengujian. Pada saat pengujian menggunakan thermostat dengan air biasa/air galon temperature air pendingin di waktu 45 menit berada pada suhu 74oC, pada saat menggunkan coolant radiator pada waktu 45 menit berada pada suhu 76oC. pada saat penelitian pengujian tidak menggunakan thermostat dengan menggunkan air biasa/air galon berada pada suhu 52oC, ketika menggunakan air pendingin coolant radiator berada pada suhu 51oC. pada penelitian ini bisa kita lihat bahwa melepas komponen thermostat sangat berpengaruh pada system pendingin kendaraan dan untuk mencapai suhu yang ideal sangat membutuhkan waktu yang lama. Ketika menggunakan thermostat suhu air pendingin pada engine sudah mencapai temperature kerja, lalu pada penggunaan air pendingin juga berpengaruh. Ketika menggunkan air pendingin air biasa/air galon dapat menyebapkan korosi pada system pendingin terutama pada blok mesin.

Kata kunci: Pelepasan thermostat, temperature engine, coolant dan air biasa

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: D3 Perawatan Mesin
Divisions: D3 Perawatan Mesin
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 22 Feb 2026 03:09
Last Modified: 09 Apr 2026 06:47
URI: https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/16

Actions (login required)

View Item
View Item