Feriza Ayu Wardani, NIM. 18401019 (2022) ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG GUDANG BAN LUAR DAN BAN DALAM MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DI CV. SURYA NUSANTARA BERAU, KALIMANTAN TIMUR. Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.
PENDAHULUAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (504kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (652kB)
BAB III.pdf - Published Version
Download (699kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (352kB)
PENUTUP.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Pengendalian persediaan merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan. CV. Surya Nusantara adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa yang berlokasi di Jl. Perjuangan No. 45, RT XII, Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaannya sering mengalami permasalahan pada persediaan barang gudang terutama pada barang gudang ban luar dan ban dalam yakni sering mengalami kekurangan persediaan. Kekurangan tersebut mengakibatkan kegiatan operasional terhenti, karena pengendalian persediaan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengendalian persediaan barang gudang ban luar dan ban dalam dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) lebih optimal dibandingkan dengan metode konvensional yang diterapkan oleh perusahaan dengan menghitung dan membandingkan jumlah pemesanan ban luar dan ban dalam, jumlah frekuensi pemesanan ban luar dan ban dalam, jumlah persediaan pengaman, titik pemesanan kembali, dan total biaya persediaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi lapangan dan studi pustaka. Hasil dari penelitian diketahui bahwa frekuensi pemesanan dengan metode konvensional yang dilakukan perusahaan pada barang gudang ban luar adalah sebanyak 67 kali dengan rata-rata pemesanan 4 pcs, sedangkan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan yang seharusnya dilakukan adalah sebanyak 21 kali dengan kuantitas per pesan 13 pcs,sedangkan frekuensi pemesanan dengan metode konvensional yang dilakukan perusahaan pada barang gudang ban dalam sebanyak 25 kali dengan rata-rata pemesanan sebanyak 12 pcs dan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan yang seharusnya dilakukan adalah sebanyak 36 kali dengan kuantitas per pesan 8 pcs. Persediaan pengaman yang harus ada di gudang menurut metode EOQ untuk ban luar adalah sebesar 1,6 pcs dan ban dalam adalah sebesar 1,4 pcs, sedangkan metode yang diterapkan perusahaan tidak melakukan persediaan pengaman. Titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan adalah ketika barang gudang yang ada di gudang
kurang dari 3 pcs, sedangkan menurut metode EOQ, perusahaan harus melakukan pemesanan kembali ketika barang gudang ban luar di gudang tinggal 4,6 pcs dan ban dalam 4,4 pcs. Total biaya persediaan pada barang gudang ban luar dan ban dalam tahun 2021 menurut metode EOQ lebih kecil dibanding kebijakan perusahaan. Total biaya persediaan menurut metode EOQ pada ban luar sebesar Rp 441.325,88 dan pada ban dalam sebesar Rp 570.497,57, sedangkan menurut kebijakan perusahaan untuk ban luar adalah sebesar Rp 8.949.666 dan pada ban dalam adalah sebesar Rp 8.631.635. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengendalian persediaan barang gudang menggunakan metode EOQ lebih optimal dibandingkan metode konvensional yang diterapkan perusahaan.
Kata Kunci: EOQ (Economic Order Quantity), Persediaan Pengaman, Titik Pemesanan Kembali, Total Biaya Persediaan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | D4 Teknologi Rekayasa Logistik > Teknologi Rekayasa Logistik |
| Divisions: | D4 Teknologi Rekayasa Logistik |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 04 May 2026 07:05 |
| Last Modified: | 04 May 2026 07:05 |
| URI: | https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/163 |
