Meisy Diah Suwandani Putri, NIM. 21401002 (2025) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS BIJI KAKAO GRADE ALPHA 2 MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI BERAU COCOA. Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (415kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (858kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (623kB)
[thumbnail of PENUTUP.pdf] Text
PENUTUP.pdf - Published Version

Download (7MB)

Abstract

Sebuah produk dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Apabila suatu produk tidak dapat memenuhi kriteria standar yang telah ditetapkan, maka produk tersebut dianggap rusak atau masuk dalam produk defect. Produk yang rusak atau cacat tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk dilakukan perbaikan dalam proses produksi. Berau Cocoa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi biji kakao, perusahaan ini memproduksi beberapa jenis grade biji kakao, dan masih ditemukan produk yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Khususnya pada grade Alpha 2 dengan jenis cacat yang ditemukan antara lain biji slaty, berjamur, dan berlubang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar tingkat cacat DPMO dan nilai sigma, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya cacat produk, dan memberikan usulan perbaikan terhadap faktor penyebab kecacatan produk biji kakao grade Alpha 2 di Berau Cocoa. Metode yang digunakan adalah metode six sigma dengan tahap define, measure, analyze, improve dan control. Dari hasil perhitungan nilai rata-rata sigma pada produk Alpha 2 dari bulan AgustusMaret 2025 sebesar 5,06 dan nilai DPMO sebesar 203,14. Dari analisis fishbone diagram, diketahui 6 faktor penyebab cacat yaitu pada manusia, metode, mesin, lingkungan, material, dan pengukuran. Pada fase improve dengan memberikan beberapa rekomendasi perbaikan yaitu perbaikan cacat slaty dilakukan dengan mengoptimalkan fermentasi (5–7 hari), memantau suhu dan kelembapan, serta menggunakan ragi sebagai starter. Diperlukan pula perbaikan alat pengering, peningkatan sirkulasi udara, dan pemantauan lingkungan pengering. Dari sisi SDM, dibutuhkan pelatihan pemilahan buah matang, penerapan SOP, dan pengawasan lapangan. Untuk mengurangi cacat berjamur, disarankan sortasi biji sebelum penyimpanan, pelatihan identifikasi, pengukuran rutin kadar air, serta pengeringan ulang biji dengan kadar air >7%. Penyimpanan dengan karung berpori juga
direkomendasikan untuk menjaga sirkulasi udara dan mencegah kelembapan. Hasil perbandingan setelah melakukan fase control yaitu nilai rata-rata sigma awal dari 4,19 menjadi 4,61 dan rata-rata nilai DPMO mengalami penurunan yang signifikan dari 3.569,43 menjadi 976,83. Kesimpulan yang diperoleh yaitu penelitian yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas biji kakao grade Alpha 2.

Kata kunci: Biji Kakao, DPMO, Fishbone Diagram, Kualitas, Six Sigma.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: D4 Teknologi Rekayasa Logistik > Teknologi Rekayasa Logistik
Divisions: D4 Teknologi Rekayasa Logistik
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 08 May 2026 02:15
Last Modified: 08 May 2026 02:15
URI: https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/227

Actions (login required)

View Item
View Item