AKHMAD FAUZAN AZHIM, NIM.20303007 (2023) ANALISIS PENYEBAB KERUSAKAN KOMPONEN UNDERCARRIAGE PADA UNIT KOMATSU PC 200-8 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE and EFFECT ANALYSIS (FMEA). Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.
PENDAHULUAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (538kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB III.pdf - Published Version
Download (798kB)
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (513kB)
PENUTUP.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Pada ekskavator jenis Crawler, terdapat sistem penggerak yang disebut
"undercarriage," yang berfungsi untuk memindahkan ekskavator dari satu lokasi
ke lokasi lain serta menopang dan mengalihkan berat ekskavator ke tanah
(Sambuari & Sidabutar, 2017). Undercarriage adalah bagian ekskavator yang
langsung bersentuhan dengan tanah, sehingga mengalami keausan akibat gesekan
dengan medan. Kehausan pada komponen ini dapat menyebabkan penurunan
kinerja dan efisiensi, sehingga diperlukan pemantauan berkala pada setiap
komponen (Akbar & Anhar, 2018). Undercarriage terdiri dari berbagai komponen,
seperti track shoe, track roller, carrier roller, idler, track link, dan sprocket.
Kehausan pada komponen-komponen ini dapat menyebabkan masalah, termasuk
pemisahan track dari rangka dan gangguan dalam operasional ekskavator.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen undercarriage dengan
menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk
mengidentifikasi penyebab kerusakan dan menentukan prioritas perbaikan.
Undercarriage adalah kumpulan komponen yang bertugas menopang beban
ekskavator tipe crawler dan mentransmisikan tenaga dari mesin untuk
memungkinkan gerakan. FMEA adalah pendekatan untuk mengidentifikasi potensi
kegagalan dan mengevaluasi dampaknya. Hasil Failure Mode And Effect Analysis
(FMEA) di atas menunjukkan bahwa terdapat 9 mode kegagalan dari 9 item pada
komponen undercarriage. Dari 3 bulan dari bulan Maret, april, mei. Dibulan Maret
ada 9 mode kegagalan tersebut, terdapat dua komponen yaitu link pitch, bushing od
dengan nilai RPN 252 dan sprocket dengan nilai RPN 175. Dibulan April ada 9
mode kegagalan tersebut, terdapat dua komponen yaitu sprocket dengan nilai RPN
294 dan carrier roller top dengan nilai RPN 180. Dibulan Mei ada 9 mode
kegagalan tersebut, terdapat dua komponen yaitu sprocket dengan nilai RPN 336
dan carrier roller top dengan nilai RPN 210. Oleh karena itu perlu dilakukan
perbaikan untuk mencegah kegagalan pada komponen undercarriage dengan
metode fishbone. Perlu dilakukan perbaikan dengan menggunakan metode
fishbone. Selain itu, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa ekskavator memiliki
tingkat ketersediaan yang memadai, dengan waktu rata-rata antara kegagalan
sekitar 18,307 jam dan waktu perbaikan rata-rata sekitar 3,17 jam. Saran yang dapat
diambil dari penelitian ini termasuk memastikan kondisi ekskavator sebelum
digunakan, melakukan penggantian komponen penunjang sistem pembakaran
sesuai jadwal, dan melakukan perbaikan pada komponen undercarriage yang
memiliki nilai RPN tertinggi.
Kata kunci: Maintenance, Preventive Maintenance dan Breakdown Maintenance
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | D3 Perawatan Mesin > Perawatan Mesin |
| Divisions: | D3 Perawatan Mesin |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 02:57 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 02:57 |
| URI: | https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/66 |
