Rika Apriani, NIM. 22302001 (2025) PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN METODE MULTI CRITERIA DECISION ANALYSIS (MCDA) (STUDI KASUS: KECAMATAN KELAY, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR). Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (452kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (582kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version

Download (892kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (428kB)
[thumbnail of PENUTUP.pdf] Text
PENUTUP.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor di Kecamatan Kelay, Kalimantan Timur dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) yang dipadukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa parameter utama, meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, litologi, curah hujan, dan penggunaan lahan. Setiap parameter diberikan skor dan bobot menggunakan AHP untuk menentukan tingkat pengaruh relatifnya terhadap potensi longsor, kemudian diolah melalui tumpangsusun spasial sehingga menghasilkan peta kerawanan longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan longsor di Kecamatan Kelay
terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Daerah dengan tingkat kerawanan tinggi umumnya terkonsentrasi pada bagian tengah hingga selatan kecamatan, terutama di kawasan dengan lereng curam, litologi sedimen, serta lahan yang mengalami perubahan tutupan. Sementara itu, daerah dengan kerawanan sedang tersebar lebih luas di bagian utara, dengan kondisi topografi lebih landai dan tutupan vegetasi relatif stabil. Adapun wilayah dengan kerawanan rendah berada pada dataran rendah dengan lereng landai dan tutupan hutan yang masih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi faktor topografi, litologi, dan dinamika penggunaan lahan memiliki pengaruh dominan terhadap kerawanan longsor di Kecamatan Kelay. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi SIG–MCDA dengan metode AHP mampu menghasilkan peta kerawanan yang representatif, sehingga dapat dijadikan dasar ilmiah dalam mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, serta strategi pengelolaan wilayah berisiko di Kabupaten Berau.

Kata Kunci: AHP, Kecamatan Kelay, Kerawanan Bencana, Longsor, MCDA, SIG.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: D3 Survei dan Pemetaan > Survei dan Pemetaan
Divisions: D3 Survei dan Pemetaan
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 30 Apr 2026 08:38
Last Modified: 30 Apr 2026 08:38
URI: https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/147

Actions (login required)

View Item
View Item