Seniola Sima Datuan, NIM. 19401021 (2023) ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK MENGGUNAKAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN HOUSE Of RISK (HOR) PADA RUMAH PRODUKSI BERAS SIUNG MAS PT. BERAU COAL. Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.
PENDAHULUAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (409kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB III.pdf - Published Version
Download (873kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (381kB)
PENUTUP.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Rumah produksi beras Siung Mas PT. Berau Coal merupakan salah satu program menjadi unit bisnis yang dikelola oleh tim CED (Community Enterprise Development) dan berada di bawah naungan PT. Berau Coal dan merupakan salah satu komuditi unggulan yang ada di Berau. Aktivitas rantai pasok yang terjadi di rumah produksi beras Siung Mas dari pengadaan bahan baku, penjemuran, penggilingan, pengayakan, sortasi, pengemasan hingga distibusi yang menimbulkan risiko. Oleh karena itu, manajemen risiko terhadap rantai pasok sangat diperlukan agar risiko-risiko yang muncul dapat diperkirakan dan dilakukan penanganan atau pengendalian sehingga tidak menimbulkan dampak negatif
terhadap aktifitas rantai pasok perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang terjadi dalam aktivitas rantai pasok irumah produksi beras Siung Mas PT. Berau Coal dserta memberikan rekomendasi mitigasi terhadap sumber risiko prioritas untuk mengurangi potensi terjadinya risiko. Penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House Of Risk (HOR) untuk mengetahui risiko yang terjadi dan menyusun strategi untuk mengurangi risiko. HOR terbagi menjadi 2, berdasarkan HOR fase 1 diidentifikasi 20 risk event dan 28 risk agentpada rantai pasok rumah produksi beras Siung Mas. Selanjutnya dengan menggunakan prinsip 80/20 diagram pareto didapatkan 2 sumber risiko prioritas dengan peringkat tertinggi yaitu lamanya proses pengeringan (A9), dan pengaruh cuaca (A4). Kemudian mengusulkan rekomendasi mitigasi risiko dangan 6 usulan. Berdasarkan HOR fase 2 menggunakan perhitungan nilai total efektivitas rasio tingkat kesulitan (ETDk), maka didapatkan urutan rekomendasi mitigasi mulai dari usulan yang mudah dan dapat segera implementasikan hingga usulan yang kurang ideal untuk diimplementasikan antara lain: Memperbanyak pembelian gabah kering siap giling (*GKG) dari petani, menyediakan stok gabah siap giling, memperbaiki tempat/lapangan penjemuran gabah, melakukan pembalikan gabah beberapa kali selama masa penjemuran, mengusulkan penambahan tenaga kerja, melakukan manajemen dalam memilih musim tanam yang tepat.
Kata Kunci: Analisis Risiko, Supply Chain Operation Reference, House of Risk
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | D4 Teknologi Rekayasa Logistik > Teknologi Rekayasa Logistik |
| Divisions: | D4 Teknologi Rekayasa Logistik |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 05 May 2026 08:22 |
| Last Modified: | 05 May 2026 08:22 |
| URI: | https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/187 |
