Abibsal, NIM. 21401001 (2025) MANAJEMEN PROYEK PADA PEMBANGUNAN UNIT PENGOLAHAN HASIL KAKAO MENGGUNAKAN METODE KURVA S DI KAMPUNG SUARAN KABUPATEN BERAU. Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (437kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (993kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version

Download (504kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (363kB)
[thumbnail of PENUTUP.pdf] Text
PENUTUP.pdf - Published Version

Download (9MB)

Abstract

Kabupaten Berau memiliki potensi yang signifikan untuk pengembangan usaha pertanian kakao, di Kalimantan Timur. Kampung Suaran mencatatkan hasil produksi tertinggi yaitu 296,71 ton, menempatkannya di urutan kelima sebagai
penghasil biji kakao kering terbaik di Kalimantan Timur. Namun, distribusi biji kakao basah dari Kampung Suaran ke pabrik fermentasi PT Tangguh Optima Prima (TOP) di Parapatan, Tanjung Redeb menghadapi masalah biaya angkut yang tinggi
akibat rendahnya rendemen dan membutuhkan waktu 50-60 menit, yang dapat menurunkan kualitas biji kakao. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perencanaan tata letak fasilitas dan untuk memastikan penggunaan metode kurva S dapat membantu untuk memonitoring pada pembangunan unit pengolahan hasil kakao di Kampung Suaran. Penelitian ini menggunakan metode kurva S untuk memantau progres. Hasil dari perencanaan tata letak dan fasilitas pada pembangunan unit pengolahan hasil kakao di Kampung Suaran dilakukan dengan memperhatikan efisiensi alur proses produksi, pemanfaatan ruang yang optimal, serta keselamatan kerja. Penempatan gudang, unit fermentasi, para-para
(pengeringan), dan balai pertemuan disusun sesuai dengan urutan proses pengolahan biji kakao. Penggunaan metode kurva S terbukti efektif untuk memonitoring pembangunan unit pengolahan hasil kakao di Kampung Suaran. Dinamika progres proyek dapat terlihat setiap minggu, termasuk deviasi waktu dan deteksi awal keterlambatan atau percepatan pekerjaan. Minggu ke-1 hingga ke-5, kurva S realisasi berada di atas rencana dan overlap pekerjaan dimulai pada minggu
ke-5 dengan pembangunan gudang. Pekerjaan berjalan lancar hingga minggu ke12, namun mengalami penurunan kinerja pada minggu ke-13 hingga ke-16 akibat cuti akhir tahun dan cuaca buruk. Dari minggu ke-17 hingga ke-25, terjadi akselerasi pekerjaan dengan penambahan tenaga kerja dan sistem lembur. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proyek berhasil diselesaikan dua minggu lebih cepat dari jadwal yang direncanakan yaitu pada minggu ke-26, sementara rencana awal penyelesaian adalah pada minggu ke-28.

Kata kunci:Kakao, Kurva S, Manajemen Proyek, Perencanaan Tata Letak dan Fasilitas

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: D4 Teknologi Rekayasa Logistik > Teknologi Rekayasa Logistik
Divisions: D4 Teknologi Rekayasa Logistik
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 08 May 2026 02:03
Last Modified: 08 May 2026 02:03
URI: https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/226

Actions (login required)

View Item
View Item