Ranto Syah Putra Pandiangan, NIM. 18401001 (2022) ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK MENGGUNAKAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN HOUSE OF RISK (HOR) PADA PT INDO PUSAKA BERAU. Diploma thesis, POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL.
PENDAHULUAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (613kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB III.pdf - Published Version
Download (462kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (251kB)
PENUTUP.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
PT Indo Pusaka Berau merupakan salah satu obyek vital pembangkit listrik daerah yang didirikan sebagai langkah untuk merintis dan memulai kemandirian bisnis di sektor pembangkitan tenaga listrik khususnya di Kabupaten Berau. Kontinuitas produksi yang tinggi, kebutuhan akan parts/material yang tidak umum serta spesifik pada unit-unit pembangkit, dan tingginya ketergantungan perusahaan kepada pemasok tentu mengakibatkan rentan adanya risiko yang mungkin terjadi di sepanjang aktivitas rantai pasok. Oleh karena itu, manajemen risiko terhadap rantai pasok menjadi sangat diperlukan bagi perusahaan agar risiko-risiko yang muncul dapat segera ditaksir dan dilakukan mitigasi sehingga tidak mengganggu pencapaian tujuan dari perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang terjadi dalam aktivitas rantai pasok di PT Indo Pusaka Berau serta memberikan rekomendasi mitigasi terhadap sumber risiko prioritas untuk mengurangi potensi terjadinya risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR) untuk mengetahui risiko yang terjadi dan merancang strategi untuk mengurangi risiko yang terbagi menjadi HOR fase 1 dan HOR fase 2. Berdasarkan HOR fase 1, diidentifikasi 24 risk event dan 30 risk agent pada aktivitas rantai pasok perusahaan. Selanjutnya dengan menggunakan pareto diagram melalui prinsip 80/20, ditetapkan 2 sumber risiko (risk agent) prioritas dengan peringkat tertinggi, yaitu kerusakan peralatan pembangkit yang berakibat mengurangi ketersediaan daya (A1), serta kelangkaan parts/material (A11). Rekomendasi mitigasi risiko kemudian dirancang dengan 7 usulan. Berdasarkan HOR fase 2 melalui perhitungan nilai total efektifitas untuk rasio tingkat kesulitan (ETDk), maka didapatkan urutan rekomendasi mitigasi mulai dari usulan yang dapat segera diterapkan sampai dengan usulan yang kurang ideal diterapkan dengan mempertimbangkan sumber daya yang yang tersedia.
Kata kunci: Analisis Risiko, Supply Chain Operation Reference, House of Risk
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | D4 Teknologi Rekayasa Logistik > Teknologi Rekayasa Logistik |
| Divisions: | D4 Teknologi Rekayasa Logistik |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 04 May 2026 03:54 |
| Last Modified: | 04 May 2026 03:54 |
| URI: | https://repository.polteksimasberau.ac.id/id/eprint/156 |
